Isoprinosine

Apa itu Isoprinosine?

Isoprinosine digunakan untuk merawat infeksi virus termasuk subacute sclerosing panencephalitis, yang merupakan komplikasi langka dari campak. Obat ini bekerja dengan memperkuat sistem imun untuk mengatasinya, mempercepat pemulihan dari penyakit. Selain itu, Isoprinosine juga berperan dalam penanganan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit, selaput lendir, dan alat kelamin. Kadang, dokter mengombinasikannya dengan terapi lain untuk mengtasi kutil kelamin. Methisoprinol (inosine pranobex_ atau _inosine acedoben dimepranol) merupakan kandungan utama dari Isoprinosine.

Sediaan dan dosis Isoprinosine

Sediaan Isoprinosine hadir dalam bentuk tablet 500 mg dan sirup 250 mg/5 ml. Dosis yang diresepkan bisa berbeda tergantung pada tujuan pengobatan dan kondisi pasien. Berikut dosis umum untuk beberapa kondisi:

Subacute sclerosing panencephalitis

  • Dewasa: 50-100 mg/kg per hari dalam dosis terpisah setiap 4 jam.
  • Maksimal dosis: 3 – 4 gram per hari.

Kombinasi untuk mengobati kutil kelamin

  • Dewasa: tambahan untuk podofilin atau laser karbon dioksida dengan dosis 1 gram tiga kali sehari selama 14 – 28 hari.

Herpes simpleks

  • Dewasa: 1 gram empat kali sehari selama 7 – 14 hari.

Aturan pakai Isoprinosine

Ikuti anjuran dokter atau instruksi pada kemasan saat menggunakan Isoprinosine. Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan medis. Konsumsi tablet dengan air setelah makan untuk mencegah gangguan pencernaan, dan kocok sirup sebelum minum. Upayakan konsumsi pada jam yang sama setiap hari agar dosis tidak terlupa, dan tidak menggandakan dosis jika terlewati. Gunakan obat hanya selama periode yang dianjurkan, dan jangan berhenti sekalipun kondisi telah membaik kecuali atas petunjuk dokter.

Efek samping Isoprinosine

Isoprinosine mungkin menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  • Diare
  • Sembelit
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Insomnia
  • Ruam

Gejala ini biasanya membaik dalam waktu singkat. Namun, jika bertahan atau memburuk, segera hubungi dokter. Pada reaksi alergi seperti ruam, sesak napas, dan pembengkakan mulut atau mata, hentikan penggunaan dan informasikan kepada dokter Anda. Efek samping yang dihadapi setiap individu mungkin berbeda, termasuk yang tidak dicantumkan di sini.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat Isoprinosine

Hindari Isoprinosine jika memiliki riwayat alergi terhadap obat serupa atau masalah kesehatan berikut:

  • Tingginya kadar asam urat
  • Kelainan metabolisme asam urat
  • Penyakit ginjal
  • Kondisi hamil dan menyusui

Dokter mungkin menyuruh Anda melakukan pemeriksaan darah dan urine secara berkala untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap obat.

Efek Isoprinosine untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Keselamatan penggunaan Isoprinosine selama kehamilan dan masa menyusui belum diketahui pasti. Sebaiknya informasikan kepada dokter tentang kehamilan, rencana hamil, atau menyusui sebelum menggunakan obat ini. Beberapa antiviral dapat memberikan risiko terhadap perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil, serta dapat terpapar pada bayi melalui ASI.

Interaksi obat Isoprinosine dengan obat lain

Penting untuk memberitahukan dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat zidovudine untuk HIV, obat tradisional Tiongkok, obat bebas, atau suplemen. Interaksi antara obat-obatan dapat menurunkan efektivitas pengobatan atau menimbulkan efek samping yang tak diinginkan. Diskusi dengan dokter tentang penggunaan Isoprinosine sangat dianjurkan, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain.

Mau konsultasi GRATIS seputar kesehatan pria, wanita, dan reproduksi?

Tanya Apoteker

Related products