Grantusif

Apa itu Grantusif?

Grantusif adalah obat yang terdiri dari guaifenesin 100 mg, dextromethorphan hydrobromide 15 mg, dan diphenhydramine hydrochloride 5 mg. Guaifenesin berperan aktif dalam melancarkan pengeluaran dahak di saluran pernapasan. Dextromethorphan hydrobromide mengurangi rangsangan batuk yang dikirim ke otak, mengurangi frekuensi batuk. Sementara diphenhydramine hydrochloride menghentikan pelepasan zat kimia yang menjadi pemicu reaksi alergi dalam tubuh.

Dosis Grantusif

Dosis standard Grantusif untuk mengobati batuk disertai dengan alergi ditentukan berdasarkan kelompok usia pasien:

  • Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1–2 kaplet, diminum tiga kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 kaplet, diminum tiga kali sehari

Aturan Pakai Grantusif

Ikuti panduan pemakaian Grantusif sesuai dengan rekomendasi yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menyesuaikan dosis secara mandiri. Gunakan obat ini dengan cara sebagai berikut:

  • Minumlah Grantusif sebelum atau sesudah makan, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Usahakan konsumsi obat pada jam yang sama setiap harinya. Apabila lupa, minum secepatnya saat ingat, kecuali jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya.
  • Bila batuk atau gejalanya tidak membaik setelah periode pemakaian yang disarankan, konsultasikah dengan dokter.
  • Simpan Grantusif di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan jauhi dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping Grantusif

Penggunaan Grantusif bisa menimbulkan efek samping seperti:

  • Rasa kantuk
  • Sensasi pusing
  • Keadaan mulut, hidung, atau tenggorokan yang kering
  • Mual atau muntah
  • Sakit pada perut
  • Sembelit
  • Gangguan pada penglihatan

Jika efek samping tersebut terus berlanjut atau memburuk, segeralah mencari nasihat medis. Dalam keadaan darurat medis seperti reaksi alergi atau efek samping serius lain, segera dapatkan bantuan medis.

Peringatan dan Perhatian saat Pakai Grantusif

Sebelum mengonsumsi Grantusif, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jauhilah obat ini jika Anda sensitif terhadap kandungannya dan konsultasikan dengan dokter terkait alergi Anda.
  • Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter jika mengalami batuk dengan dahak berlebih atau bercampur darah.
  • Jika memiliki kondisi seperti asma, PPOK, batuk perokok, atau gangguan pada hati, ginjal, tiroid, jantung, prostat, ataupun kecenderungan kejang, diskusikan dulu dengan dokter.
  • Beritahukan dokter jika sedang direncanakan prosedur medis apapun.
  • Hindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti mengemudi setelah konsumsi Grantusif karena bisa menimbulkan kantuk, pusing, atau penglihatan buram.
  • Untuk ibu hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, konsultasikan penggunaan obat dengan dokter.
  • Apabila menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal, diskusikan dulu dengan dokter untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
  • Bila mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius, langsung datangi dokter.

Efek Grantusif untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Para peneliti belum memastikan pengaruh Grantusif terhadap kehamilan menyusul hasil percobaan pada hewan yang menunjukkan efek negatif pada janin. Oleh karena itu, Grantusif harus hanya digunakan ketika manfaatnya lebih besar dari risiko yang mungkin terjadi pada janin. Ibu menyusui dapat menggunakan Grantusif dengan dosis rendah dan jangka waktu pendek. Namun demikian, konsultasi dengan dokter tetap sangat disarankan sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Grantusif dengan Obat Lain

Berbagai jenis obat dapat berinteraksi dengan Grantusif, di antaranya adalah:

  • Antidepresan golongan SSRI, trisiklik, atau MAOI yang dapat meningkatkan risiko serotonin syndrome
  • Haloperidol atau amiodarone yang bisa menambah intensif efek samping Grantusif
  • Opioid atau antihistamin lain yang dapat memperburuk efek samping seperti kantuk atau kebingungan
  • Pemakaian dengan betahistine bisa mengurangi khasiat dalam pengobatan vertigo

Untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan dan efek samping yang berbahaya, selalu konsultasikan penggunaan obat dengan dokter.

Mau konsultasi GRATIS seputar kesehatan pria, wanita, dan reproduksi?

Tanya Apoteker

Related products