Fentanyl

Apa itu Fentanyl?

Fentanyl adalah analgesik yang termasuk dalam klasifikasi opioid yang berkhasiat dalam memblokir reseptor rasa sakit di otak, memberikan efek penurunan sensasi nyeri. Obat ini dibuat tersedia dalam bentuk injeksi dan patch transdermal, yang dikenakan mirip plester. Penggunaan fentanyl hanya melalui resep dari dokter.

Dosis Fentanyl

Fentanyl tersedia dalam bentuk injeksi yang diberikan 0,05 mg/mL, 5 amp per kasus. Maksudnya adalah 1 pasien maksimal mendapatkan 5 ampul dalam 1x perawatan, bukan 5 ampul per kasus. Berikut ini adalah panduan dosis fentanyl untuk terapi nyeri:

Bentuk obat: Suntik dan infus Hanya tenaga medis yang berwenang, di bawah pengawasan dokter, yang dapat memberikan fentanyl dalam bentuk ini.

Bentuk obat: Patch transdermal Kondisi: Nyeri kronis pada pasien yang tidak merespons terhadap obat opioid lain

  • Dewasa dan anak yang berusia lebih dari 2 tahun: 25–100 mcg/jam, diaplikasikan setiap 72 jam sesuai anjuran.

Aturan Pakai Fentanyl

Penggunaan fentanyl harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Fentanyl injeksi diberikan secara intramuskular (IM), intravena (IV), atau melalui infus. Penting untuk tidak mengubah dosis tanpa konsultasi dokter. Penggunaan fentanyl, khususnya dalam bentuk patch transdermal, harus berhati-hati karena dapat menimbulkan ketergantungan atau overdosis.

Tempelkan patch transdermal pada kulit yang bersih, kering, dan tidak terluka, lalu tekan selama 30 detik untuk memastikannya menempel dengan baik. Pergantian patch perlu dilakukan setiap 72 jam atau sesuai anjuran dokter, di bagian kulit yang berbeda. Hati-hati dalam menggunakan patch yang rusak, karena dapat meningkatkan risiko overdosis.

Efek Samping Fentanyl

Beberapa efek samping yang bisa timbul setelah penggunaan fentanyl adalah:

  • Panas atau dingin pada kulit di area aplikasi
  • Mual dan muntah
  • Perubahan sensasi pada kulit
  • Kemerahan atau iritasi
  • Masalah pernapasan, seperti sesak

Apabila timbul reaksi alergi atau efek samping serius lainnya, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, atau perubahan warna kulit yang signifikan, segera temui dokter untuk penanganan.

Peringatan dan Perhatian saat Pakai Fentanyl

Berkonsultasilah dengan dokter dan berikan informasi kesehatan yang lengkap sebelum menggunakan fentanyl, khususnya jika Anda:

  • Memiliki riwayat alergi
  • Mengalami masalah pernapasan atau penyakit kronis
  • Mengonsumsi obat-obat lain atau suplemen
  • Hamil atau menyusui
  • Diatur untuk menjalani operasi

Hindari alkohol dan jus grapefruit saat menjalani terapi dengan fentanyl. Setelah menggunakan fentanyl, jangan langsung melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi penuh seperti mengemudi.

Efek Fentanyl untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Fentanyl termasuk dalam Kategori C pada ibu hamil, dengan artian belum ada studi pada manusia namun penelitian pada hewan menunjukkan risiko terhadap janin. Penggunaan obat ini harus dengan pertimbangan risiko terhadap manfaat. Bagi ibu menyusui, fentanyl dapat terdeteksi dalam ASI meskipun dalam jumlah kecil, sehingga harus mendapatkan persetujuan dokter sebelum penggunaan.

Interaksi Fentanyl dengan Obat Lain

Fentanyl dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, yang dapat mengubah efektivitas fentanyl atau meningkatkan risiko efek samping, contohnya:

  • Obat antibiotik seperti erythromycin, clarithromycin
  • Obat antiviral ritonavir
  • Obat jantung amiodarone
  • Obat antidepresan
  • Benzodiazepine atau opioid lainnya seperti morfin

Interaksi ini dapat mempengaruhi kadar fentanyl dalam darah, atau menyebabkan risiko efek samping fatal. Konsultasikan daftar obat yang Anda konsumsi dengan dokter atau apoteker sebelum penggunaan fentanyl.

Mau konsultasi GRATIS seputar kesehatan pria, wanita, dan reproduksi?

Tanya Apoteker

Related products