Ketamin (Ketamine)

Apa itu Ketamin?

Ketamin adalah obat anestesi yang administrasinya dilakukan melalui suntikan, baik ke dalam otot maupun pembuluh darah. Ia bekerja dengan cara menghambat sinyal otak yang menangani sensasi nyeri dan kesadaran. Sebagai hasilnya, penggunaan ketamin selama pembedahan akan menimbulkan ketidaksadaran dan meniadakan rasa sakit. Obat ini termasuk kedalam kategori obat keras dan tentunya perlu resep doktor untuk penggunaannya, mengingat risiko efek samping yang bisa terjadi.

Dosis Ketamin

Ketamin diberikan oleh tenaga medis sebagai injeksi pada pembuluh darah (intravena/IV) atau otot (intramuskular/IM), dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan umur, berat, dan jalur administrasi.

  • Dewasa dan anak-anak ≥ 16 tahun:
    • Induksi anestesi intravena (IV): Dosis awal antara 1—4,5 mg/kgBB, biasanya membutuhkan 2 mg/kgBB untuk anestesi 5—10 menit.
    • Induksi anestesi intramuskular (IM): Dosis awal 6,5—13 mg/kgBB untuk anestesi 12—25 menit, 4 mg/kgBB untuk prosedur non-painful.
    • Pemeliharaan anestesi: Dosis disesuaikan, dapat diulang setengah dosis induksi jika diperlukan.
  • Anak-anak di bawah 16 tahun: Belum ada yang spesifik, konsultasi dengan dokter diperlukan.

Injeksi diberikan secara lambat selama 60 detik untuk menghindari masalah pernapasan, dan diskusi konsultatif dengan dokter sangat penting untuk mencegah efek samping dan memastikan dosis yang tepat.

Aturan Pakai Ketamin

Ketamin disuntikkan oleh tenaga medis, biasanya bersamaan dengan atropin atau hiosin untuk mengurangi cairan tubuh, dan benzodiazepin untuk relaksasi sebelum operasi. Kondisi pasien serta prosedur yang akan dijalani menentukan lokasi dan dosis injeksi. Monitor tanda vital seperti pernapasan dan tekanan darah dilakukan selama pembiusan. Kemungkinan perasaan sedikit bingung atau aneh setelah bangun dari anestesi adalah normal, namun segera konsultasikan dengan dokter jika merasa tidak nyaman.

Efek Samping Ketamin

Ketamin dapat menyebabkan efek samping berikut:

  • Kondisi terasa mengawang, berhalusinasi
  • Mengantuk
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Insomnia
  • Bingung
  • Kebas atau kesemutan
  • Peningkatan tekanan mata dan otak
  • Nyeri pada lokasi suntikan
  • Iritasi dan ruam kulit
  • Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi

Efek samping yang jarang terjadi tetapi serius meliputi kesulitan bernapas, jantung berdetak tidak normal, nyeri saat buang air kecil, kejang otot, reaksi alergi berat, peningkatan tekanan darah secara ekstrem, dan masalah penglihatan.

Peringatan dan Perhatian saat Pakai Ketamin

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan ketamin:

  • Lapor ke dokter tentang alergi, terutama anestesi.
  • Diskusikan riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, atau masalah neurologis.
  • Informasikan obat resep maupun nonresep yang sedang digunakan.
  • Penyimpanan obat tidak memerlukan suhu khusus namun harus terjauh dari cahaya langsung dan jangkauan anak-anak.

Efek Ketamin untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ketamin sebaiknya tidak digunakan oleh ibu yang sedang hamil atau menyusui kecuali atas indikasi yang jelas dari dokter, menyusul belum cukupnya penelitian mengenai risikonya. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai manfaat dan risiko terkait sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Ketamin dengan Obat Lain

Ketamin dapat berinteraksi dengan berbagai obat, termasuk:

  • Zolpidem
  • Lorazepam
  • Diphenhydramine
  • Hydromorphone
  • Fentanil
  • Klonazepam
  • Diazepam
  • Lamotrigin
  • Pregabalin
  • Oxycodone
  • Propofol
  • Quetiapine
  • Duloxetine
  • Buprenorphine/naloxone
  • Tramadol
  • Midazolam
  • Alprazolam

Banyak obat lain yang mungkin belum tercantum di sini dapat berinteraksi dengan ketamin. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter anda untuk daftar lengkap dan pencegahan interaksi yang tidak diinginkan.

Mau konsultasi GRATIS seputar kesehatan pria, wanita, dan reproduksi

Tanya Apoteker

Related products