Apa itu Bestalin?
Bestalin adalah obat dengan kandungan utama hydroxyzine hydrochloride, tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Bestalin bekerja dengan memblokir histamin yang menimbulkan alergi dan menurunkan aktivitas di otak. Aplikasinya sering kali diperuntukkan bagi mengatasi gatal akibat alergi, kecemasan, serta sebagai obat penenang pra-operasi. Dapatkan Bestalin hanya dengan resep dokter.
Dosis Bestalin
Bestalin diindikasikan untuk orang dewasa dengan dosis 25 mg tiga kali sehari, hingga maksimum 100 mg per hari. Untuk sedasi, dosisnya berkisar 50-100 mg. Anak-anak di atas enam tahun mendapat dosis 50-100 mg per hari dalam pembagian dosis atau 0.6 mg/kg untuk sedasi. Bestalin tersedia dalam bentuk sirup 10 mg/5 mL dan tablet 25 mg.
Aturan Pakai Bestalin
Bestalin harus dipakai sesuai resep dan instruksi dokter. Gunakan untuk periode singkat dan ikuti petunjuk dosis. Sirup diukur dengan sendok pengukur khusus obat. Sebelum diminum, kocoklah dahulu sirup Bestalin.
Efek Samping Bestalin
Efek samping ringan dari Bestalin mencakup:
- Mulut kering
- Sembelit pada lansia
- Kebingungan
- Pusing
- Sakit kepala
Sementara efek samping seriusnya bisa berupa tremor, kejang, dan reaksi kulit parah. Hentikan penggunaan Bestalin dan kontak dokter bila efek samping berat terjadi.
Peringatan dan Perhatian saat Pakai Bestalin
Beberapa catatan penting saat menggunakan Bestalin adalah:
- Jangan digunakan jika alergi terhadap komponen Bestalin
- Hindari mengemudi atau operasi mesin saat penggunaan
- Risiko masalah jantung dan cacat lahir jika dikonsumsi dengan tertentu
- Konsultasi dengan dokter untuk kondisi khusus seperti kehamilan, penyakit jantung, gangguan ginjal atau liver, dan glaukoma
Efek Bestalin untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Penggunaan Bestalin pada ibu hamil dan menyusui masih belum diketahui sepenuhnya efeknya. Ada kekhawatiran tentang risiko cacat lahir dan keamanan pada bayi. Sebelum mengonsumsi, disarankan ibu berkonsultasi dengan dokter terkait manfaat dan risikonya.
Interaksi Bestalin dengan Obat Lain
Bestalin dapat berinteraksi dengan berbagai obat lain, meningkatkan efek samping atau mengubah efektivitas pengobatan. Obat-obatan yang sering berinteraksi termasuk: Abilify, Ambien, Benadryl, dan lain-lain. Konsumsi alkohol juga dapat memperparah efek samping seperti kantuk. Informasikan kepada dokter mengenai semua kondisi kesehatan dan obat yang sedang dikonsumsi.