Setop Gunakan 6 Bahan Ini untuk Pelumas Bercinta!

Setop Gunakan 6 Bahan Ini untuk Pelumas Bercinta!

Pelumas Miss V dapat menentukan kesuksesan bercinta. Meski begitu, berhati-hatilah dalam memilih pelumas yang tepat karena dapat mengganggu kesehatan kulit dan organ vital Anda. Hindarilah sejumlah bahan ini dalam pelumas Miss V.

Setop Gunakan 6 Bahan Ini untuk Pelumas Bercinta!

PELUMAS adalah salah satu hal yang menentukan kesuksesan dalam bercinta. Apalagi, jika kondisi area vital  Anda atau pasangan agak kering. Penggunaan pelumas dapat membantu kesuksesan intercourse sehingga proses penetrasi minim rasa sakit.

Meski begitu, Anda tak bisa asal memilih pelumas. Pastikan pelumas yang Anda gunakan aman dan telah memiliki izin edar dari BPOM. Selain itu, sebisa mungkin hindari beberapa bahan ini dalam pelumas yang Anda pilih karena berpotensi berbahaya bagi kulit.

Petroleum 

Pelumas berbahan dasar petroleum sebaiknya dihindari. Pasalnya, bahan satu ini menetap lebih lama di kulit dan sulit dibersihkan. Dengan karakter seperti ini, pelumas berbahan dasar petroleum berpotensi mengiritasi kulit dan di lain sisi berpotensi pula merusak kondom.

Paraben

Bahan paraben dalam pelumas juga mesti dihindari. Pengawet sintetis satu ini dapat mengganggu kinerja endokrin dan dapat meniru efek estrogen. Sifat paraben ini tentu dapat mengganggu kinerja hormon alami Anda. Parahnya lagi, paraben dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Gliserin

Gliserin adalah bahan yang umum Anda temukan dalam pelumas. Pada beberapa perempuan, penggunaan gliserin dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan atau meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

So, bila Anda termasuk golongan yang rentan terkena dua infeksi ini atau mungkin pernah mengalaminya, lebih baik hindari pelumas dengan kandungan gliserin di dalamnya. Namun, jika Anda tidak rentan terhadap kedua infeksi itu, kandungan gliserin dalam pelumas seharusnya aman-aman saja.

Benzocaine

Benzocaine merupakan salah satu numbing agent atau bahan yang dapat menimbulkan sensasi sedikit mati rasa. Pria yang memiliki masalah ejakulasi dini dapat menggunakan pelumas benzocaine untuk menunda ejakulasi.

Namun, berkurangnya sensasi yang dirasakan karena kebas dapat membuat orgasme sulit tercapai hingga tak tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti penetrasi. Khawatirnya, kondisi ini akan menyebabkan beberapa jaringan sobek.

Chlorhexidine gluconate

Bahan ini berfungsi sebagai antibakteri sebenarnya. Namun, dengan adanya antibakteri, khawatirnya keseimbangan kondisi bakteri di vagina akan terganggu. Ketika kondisi bakteri tidak seimbang, infeksi akan lebih mudah terjadi. Chlorhexidine gluconate juga bisa menimbulkan iritasi jaringan dan peradangan.

Nonoxynol-9

Nonoxynol-9 adalah salah satu jenis spermisida atau bahan yang berguna untuk merusak sperma. Mungkin menyenangkan memiliki bahan ini dalam pelumas karena secara tidak langsung dapat bermanfaat sebagai alat kontrasepsi. Namun, keberadaan bahan ini dalam pelumas dapat pula membunuh bakteri baik dalam vagina yang berujung pada meningkatnya risiko bacterial vaginosis atau keputihan.

Itulah beberapa bahan kimia yang sebaiknya dihindari dalam pelumas Miss V. Ada baiknya Anda beralih kepada pelumas Miss V berbahan alami atau water-based lubricants. Atau mungkin, Anda ingin mencoba menggunakan minyak kelapa untuk pelumas seks?

Minyak Kelapa sebagai Pelumas Seks

Yap, minyak kelapa untuk pelumas seks alami kerap disebut-sebut. Minyak kelapa sejatinya memang bermanfaat untuk melembapkan kulit yang kering. Namun, bila Anda ingin menggunakannya sebagai pelumas seks, tetaplah berhati-hati.

Cara pakai pelumas seks dari minyak kelapa sebenarnya sama saja dengan cara pakai pelumas seks lainnya, yakni dioleskan ke alat vital. Namun, sebaiknya cek terlebih dahulu apakah Anda atau pasangan memiliki alergi terhadap minyak kelapa. 24 jam sebelumnya oleskan di telapak tangan untuk melihat ada atau tidaknya alergi, seperti kemerahan dan bengkak. Jangan lupa gunakan minyak kelapa tanpa tambahan bahan apapun alias minyak kelapa murni 100%.

Sejauh ini, belum ada penelitian mendalam tentang efek samping minyak kelapa sebagai pelumas seks. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa penggunaan minyak kelapa sebagai pelumas dapat mengganggu kondisi pH dalam vagina.

Yang teramat penting, jangan gunakan minyak kelapa atau lubricant berbahan dasar oil lainnya bersamaan dengan kondom. Pasalnya, minyak dapat merusak bahan lateks kondom dan menyebabkannya tidak bekerja secara optimal dalam mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual. Jadi, tetap berhati-hati, ya, terutama jika Anda mengandalkan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Leave a comment