Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

FAVO Launch Sale! Diskon 50 Ribu (min 250 ribu) | Voucher Code: GIVEMEFAVO

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Pemerkosaan Dalam Rumah Tangga, Apa Sebabnya?

Kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya berupa kata-kata makian atau pukulan. Meskipun sudah menjadi pasangan suami istri sah, hubungan intim masih bisa dikatakan sebagai tindak pemerkosaan bilamana salah satu pihak memaksa pihak lainnya untuk berhubungan intim.

DISEBUT pemerkosaan dalam rumah tangga karena salah satu pihak melakukan hubungan intim ini dengan paksaan atau tanpa persetujuan dari pihak lainnya. Tindakan ini sudah termasuk jenis kekerasan seksual.

Nah, kekerasan seksual adalah aktivitas seks yang dilakukan dengan paksaan  dan kekerasan fisik tanpa persetujuan atau kesadaran dari pihak lainnya.

Penyebab Pemerkosaan dalam Rumah Tangga

Pemerkosaan dalam rumah tangga biasa dialami oleh pasangan suami istri yang hubungannya sudah tak lagi harmonis. Stereotip yang menyebar di masyarakat adalah pria atau suami yang umumnya menjadi pelaku pemerkosaan, karena biasanya memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat dari wanita.

Namun ini tidak dapat dipercaya seutuhnya, karena faktanya ada banyak juga kasus di mana pria menjadi korban kekerasan dalam hubungan atau bahkan pemerkosaan, baik di dalam maupun di luar rumah tangga.

Berikut adalah beberapa penyebab kekerasan dalam rumah tangga yang menjurus ke pemerkosaan:

  • Dominasi

Pada kasus ini, biasanya timbul perselisihan terlebih dahulu. Kemudian, pihak yang merasa mendominasi melakukan pemerkosaan untuk menunjukkan dominasinya

Tujuan pelaku pemerkosaan umumnya adalah untuk menghina, atau sengaja menjatuhkan derajat korban agar korban patuh dan tidak merasa punya hak atau kekuatan untuk melawan.

  • Ketidakcocokan Seksual Antara Pasangan

Terkadang, seorang istri atau suami menolak berhubungan seks karena berbagai alasan, mulai dari terlalu lelah, sibuk, atau karena memang sedang tidak ingin saja. Ketidakcocokan seksual umumnya disebabkan oleh perbedaan libido antar pasangan.

Sayangnya, penolakan ini seringkali dianggap sebagai penghinaan. Alhasil, si pelaku pemerkosaan yang tidak terima mendapat penolakan ajakan berhubungan intim akan memaksa korbannya bersenggama.

Penyebab terjadinya pemerkosaan dalam rumah tangga sejatinya bisa bermacam-macam. Namun, kedua hal di atas ini yang berpotensi besar menimbulkan tindak kekerasan seksual dalam hubungan suami istri.

Baca juga: Waduh, Bagaimana Ya Bila Libido Anda dan Si Dia Berbeda?

Jenis Pemerkosaan dalam Rumah Tangga

Setelah mengenal penyebab pemerkosaan dalam rumah tangga, rasanya kurang lengkap jika Anda tidak mengenal jenis-jenis pemerkosaan yang terjadi dalam rumah tangga. Berikut adalah beberapa jenis pemerkosaan yang terjadi dalam hubungan suami istri:

  • Paksaan Seksual Non-Fisik

Memerkosa pasangan tidak harus selalu diawali dengan kekerasan fisik. Terkadang sebuah “ancaman” juga bisa menjadi bentuk paksaan seksual non-fisik.

Sebagai contoh, ketika istri menolak ajakan hubungan intim kepada suamiya, si suami justru mengancam tidak menafkahi sang istri jika tidak dipenuhi keinginannya untuk bercinta.

  • Seks Secara Paksaan Fisik

Yang satu ini adalah jenis pemerkosaan dalam rumah tangga yang sering terjadi. Pelaku pemerkosaan umumnya tidak segan melakukan penyerangan secara fisik kepada korbannya seperti memukul, mencekik, dan lain-lain.

Korban yang ingin segera menyudahi serangan fisik tersebut akhirnya dengan terpaksa menuruti keinginan pelaku karena adanya dominasi, meskipun sebenarnya si korban tidak ingin melakukannya.

  • Pemerkosaan Secara Langsung

Jenis pemerkosaan yang berikut merupakan jenis yang paling umum terjadi. Pemerkosaan secara langsung adalah sebuah tindakan senggama secara paksa yang langsung dilakukan oleh pelakunya.

Pelaku tidak perlu melakukan ancaman atau paksaan karena pemerkosaan dilakukan secara spontan dengan paksaan. Pelaku pada jenis pemerkosaan ini umumnya lebih kuat daripada pasangannya.

Apapun jenis pemerkosaannya, kekerasan seksual adalah suatu hal yang tidak bisa dianggap remeh. Para korban pemerkosaan dalam rumah tangga harus segera mencari bantuan dari pihak ketiga.

Pihak ketiga tersebut bisa saja orang terdekat, atau psikiater maupun psikolog. Bagaimanapun korban harus segera terbebas dari ancaman perkosaan oleh pasangannya sendiri.

Agar terhindar dari pemerkosaan dalam rumah tangga, Anda harus menjaga kehidupan seks Anda dengan pasangan agar tetap menyenangkan dan harmonis.

Hal ini bisa dilakukan mulai dengan mengkomunikasikan kehidupan seks Anda dengan pasangan, hingga berkreasi dengan seks sehingga hubungan seks terasa lebih berwarna dan bervariasi. Pasangan Anda pun akan bergairah dan tidak akan bosan bercinta dengan Anda.

Baca juga: Pentingnya Komunikasi ketika Berhubungan Intim

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi