Mitos Tentang Efek Samping Vasektomi

Saat Anda berpikir untuk tidak memiliki anak lagi atau memiliki program keluarga berencana, alat kontrasepsi yang lebih dapat dapat diandalkan adalah Vasektomi. Salah satu metode kontrasepsi untuk pria, Vasektomi merupakan jenis KB permanen yang aman dan sederhana. Namun segala hal mengenai organ vital tentu membawa kecemasan akan efek samping vasektomi bagi hidup Anda. Mulai dari vasektomi dapat menyebabkan impotensi hingga menyebabkan sulit ejakulasi. Beberapa mitos mengenai efek samping vasektomi perlu Anda ketahui faktanya disini.

Mitos Tentang Efek samping Vasektomi

Pemulihan Vasektomi Menyebabkan Tidak Bisa Berhubungan Seks Selama 3 Bulan

Selama pemulihan vasektomi, Anda mungkin mengalami beberapa ketidaknyamanan ringan. Akan tetapi, penghilang rasa sakit biasa dapat membantu ketidaknyamanan tersebut.

Pemulihan pada umumnya akan berlangsung selama beberapa hari dengan beristirahat dan memberikan kompres es pada organ vital di bagian skrotum. Anda dapat kembali bekerja dalam 1-2 hari jika pekerjaan Anda tidak memerlukan aktivitas berat, dan Anda dapat mulai berolahraga lagi dalam waktu 3-5 hari.

Hal terpenting adalah Anda tidak perlu menunggu tiga bulan untuk melakukan hubungan seks. Bahkan Anda dapat mulai berhubungan seks lagi sekitar satu minggu setelah vasektomi.

Ada beberapa hal membingungkan yang berasal dari kenyataan bahwa setelah prosedur dan selama pemulihan vasektomi, sperma akan tetap hadir saat Anda ejakulasi. Dibutuhkan sekitar 10-20 kali ejakulasi (atau sekitar tiga bulan) bagi sperma untuk tidak lagi hadir dalam air mani Anda.

Selama waktu ini, Anda akan perlu menggunakan alat kontrasepsi pendukung seperti kondom. Setelah Anda melakukan analisa 2-3 air mani untuk menegaskan bahwa tidak ada lagi sperma yang tersisa, maka Anda bisa merasa tenang berhubungan seksual.

jual alat kontrasepsi kondom terlengkap

Efek Samping Vasektomi, Gairah Menurun dan Tidak Bisa Ejakulasi

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jenis KB vasektomi akan menurunkan keinginan Anda untuk berhubungan seks. Efek samping vasektomi ini adalah sebuah mitos.

Setelah Anda melakukan vasektomi, Anda masih akan dapat ereksi, ejakulasi dan orgasme. Banyak pasangan yang melaporkan bahwa hubungan seksual mereka menjadi lebih intens, sering, bergairah dan menyenangkan setelah melakukan vasektomi. Hal ini disebabkan oleh tidak ada kecemasan akan kehamilan yang tidak diinginkan.

Vasektomi Menyebabkan Impotensi

Sebuah prosedur vasektomi yang berhasil dengan baik tidak akan menyebabkan Anda menjadi impoten. Hal ini karena secara fisiologis, tidak ada perubahan dalam tubuh seorang pria setelah vasektomi, sehingga Anda tidak akan mengalami impotensi dan tetap bisa ejakulasi jika sebelum vasektomi Anda bisa ejakulasi secara normal. Vasektomi tidak mempengaruhi kontraksi otot saat ejakulasi, dan tidak mempengaruhi pembuluh darah atau saraf yang berhubungan dengan ereksi atau ejakulasi.

Vasektomi Jenis KB Permanen, Bagaimana Jika Anda Berubah Pikiran?

Alat kontrasepsi vasektomi merupakan metode keluarga berencana yang permanen, sehingga Anda harus benar-benar mempertimbangkan hal ini. Dalam beberapa kasus, jenis KB vasektomi bisa dilakukan pembalikan. Akan tetapi, proses ini cukup rumit dan tidak menjamin akan bekerja dengan baik.

Tingkat keberhasilan pembalikan vasektomi menjadi lebih tinggi jika sudah tiga tahun atau kurang sejak vasektomi. Anda juga memiliki pilihan untuk membekukan dan menyimpan sperma Anda sebelum Anda melakukan vasektomi. Dengan cara ini, jika suatu saat Anda berubah pikiran, Anda memiliki opsi lain selain pembalikan vasektomi atau jika pembalikan tersebut tidak bekerja.

Benarkah Efek Samping Vasektomi Membuat Pria Menjadi Kurang Perkasa?

jual alat kontrasepsi kondom lengkap dan murahEfek samping vasektomi akan menurunkan kadar testosteron Anda sehingga membuat Anda menjadi tidak perkasa, bahkan seperti wanita. Hal ini adalah mitos. Kenyataannya, vasektomi tidak akan mempengaruhi maskulinitas Anda.

Testis memang membuat sperma dan testosteron, dan masih akan terus membuat keduanya bahkan setelah vasektomi. Perbedaannya adalah bahwa karena vas deferens Anda telah dipotong terpisah, sperma tidak akan lagi terdapat dalam air mani saat ejakulasi (untuk membuahi sel telur).

Jadi meskipun Anda akan terus membuat sperma, sperma tidak akan dilepas kemana pun. Anda tidak perlu khawatir karena sperma hanya hidup selama beberapa hari lalu akan mati jika tidak mengalami ejakulasi.

Di sisi lain, testosteron Anda akan berjalan melalui aliran darah Anda, sehingga tidak terpengaruh oleh vasektomi. Maskulinitas Anda tidak akan berubah, Anda tetap akan memiliki suara yang sama, gairah seks serta rambut pada wajah.

Baca juga: Terapi Hormon Testosteron Untuk Mengobati Impotensi, Efektifkah?

Jika Tidak Melakukan Vasektomi Akan Mengalami Kanker Prostat

Salah satu mitos mengenai alat kontrasepsi vasektomi. Sekitar 15 tahun yang lalu, ada sebuah studi besar yang menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara laki-laki yang melakukan vasektomi dan mengalami pertumbuhan kanker prostat di kemudian hari.

Secara medis, ini tidak masuk akal karena produksi sperma tidak ada hubungannya dengan kanker prostat. Namun jika dikaitkan bila seorang pria melakukan vasektomi, mungkin pria tersebut lebih bertanggungjawab dengan kesehatan medisnya. Jadi dia lebih cenderung untuk memantau kesehatan prostat dibandingkan pria yang tidak melakukan vasektomi.

Baca juga: Sering Ejakulasi Turunkan Resiko Kanker Prostat

Bisakah Kontrasepsi Keluarga Berencana Dilakukan Oleh Wanita Saja?

Mitos yang perlu dihilangkan dari pikiran Anda. Vasektomi adalah salah satu metode yang paling hemat dibandingkan biaya alat kontrasepsi wanita. Selain itu, vasektomi memiliki prosedur yang lebih aman. Namun, metode kontrasepsi wanita seperti tubektomi dua kali lebih banyak dilakukan meskipun membutuhkan biaya lebih, melibatkan operasi, dan memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi.

Vasektomi memiliki tingkat kegagalan kurang dari 1%. Setelah analisis air mani menunjukkan bahwa sperma tidak lagi hadir dalam air mani, ini berarti bahwa vasektomi 99% efektif. Alat kontrasepsi wanita memang efektif, tetapi dari setiap 1.000 wanita yang telah melakukan tubektomi, sekitar 18 wanita akan hamil dalam waktu 10 tahun.

Jika Anda mempertimbangkan akan melakukan vasektomi, sebaiknya Anda memastikan tidak ingin memiliki anak lagi dalam hidup Anda. Kemudian hal yang perlu Anda lakukan adalah langsung berkonsultasi dengan spesialis atau ahli urologi untuk melakukan prosedur vasektomi dengan baik dan benar.

Kembali ke blog

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait