Ladies, Ini Dia Hal Tentang Seks Saat Menopause yang Wajib Anda Tahu!

Menopause adalah salah satu fase yang pasti akan dihadapi setiap wanita. Kabarnya, menopuse sangat mempengaruhi gairah seksual dan pengalaman hubungan intim Anda dengan pasangan. Benarkah itu?

MASA menopause adalah masa terhentinya siklus menstruasi. Hal ini akan dihadapi oleh setiap wanita di antara usia 40-50 tahun. Waktunya bervariasi, tergantung kondisi tubuh setiap wanita.

Tak menutup kemungkinan pula seorang wanita akan mengalami menopause dini, yakni di usia menopause yang lebih awal dari rata-rata usia menopause.

Banyak yang bilang bahwa kehadiran menopause akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan intim.

Anda yang tadinya berapi-api, kini mulai kehilangan gairah seksual untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan. Mengapa ini bisa terjadi?

Pengaruh Hormonal

Saat Anda mengalami menopause maupunĀ menopause dini, estrogen dan testosteron dalam tubuh akan menurun levelnya. Ini akan memicu perubahan tubuh serta gairah seksual wanita.

Wanita yang mengalami menopause akan merasa sulit bergairah dan menjadi kurang sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya, gairah untuk melakukan hubungan seksual pun akan berkurang.

Estrogen yang berkurang akan menurunkan jumlah aliran darah ke vagina. Lubrikasi pada vagina pun akan berkurang, hingga vagina akhirnya terasa kurang nyaman saat melakukan hubungan seksual.

Apakah Seluruh Wanita Menopause akan Merasa Seperti Ini?

Tidak juga. Mayoritas wanita memang akan mengalami penurunan gairah seksual saat mengalami menopause. Namun, beberapa wanita justru meningkat gairahnya setelah menopause.

Konon, iniĀ ada hubungannya dengan rasa cemas menghadapi kehamilan. Ketika menopause, Anda sudah tidak mungkin hamil. Hal ini rupanya membuat wanita merasa lebih bebas saat melakukan hubungan seks.

Bisakah Hal Ini Diperbaiki?

Diperbaiki secara total, mungkin tidak. Namun, paling tidak, kekeringan vagina dan gairah seksual dapat diperbaiki sedikit.

Untuk mengatasi keringnya vagina, Anda dapat menggunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan seks. Ingat, gunakan pelumas berbahan dasarnya air, bukanĀ berbahan dasar minyak.

Pasalnya, pelumas berbahan dasar minyak dapat merusak lapisan kondom berbahan lateks.

Yup, meski telah menopause, tetap gunakan kondom saat berhubungan seks sampai tenaga kesehatan dapat memastikan bahwa Anda tidak lagi berovulasi.

Untuk gairah seksual, cara menyiasatinya jelas tidak bisa sembarangan. Anda mesti berkonsultasi dengan tenaga ahli terkait hal ini.

Bagaimana Meningkatkan Keintiman dengan Pasangan?

Hubungan dengan pasangan tidak selalu harus bersifat seksual, kok. Anda juga bisa meningkatkan keintiman dengan pasangan tanpa melakukan hal-hal berbau seksual.

Ada banyak caraĀ untuk mendekatkan Anda dengan pasangan, misalnya nonton film, makan malam di luar, atau travelling? Dengan begini, Anda bisa lebih sering berbagi cerita dengan pasangan AndaĀ untuk merekatkan hubungan Anda.

Sementara itu, untuk meningkatkan keintiman fisik dengan pasangan, Anda bisa mencoba menyaksikan film porno bersama sebelum melakukan hubungan seks. Ini akan mendistraksi Anda dari kecemasan melakukan hubungan seks.

Coba pula lakukan seks oral untuk menghindari rasa sakit pada vagina. Berlama-lama saat melakukan foreplay atau pemanasan juga boleh dicoba, lho!

Itulah seputar seks setelah masa menopause. Semoga membantu Anda yang baru memasuki masa menopause dan mungkin bingung menghadapi perubahan kondisi tubuh.

Jangan takut mencoba hal baru di masa yang baru ini agar hubungan Anda dan pasangan semakin baik.

Sumber:

Sex and Menopause.Ā https://www.webmd.com/menopause/guide/sex-menopause#1. Dilansir dari 23 Desember 2019.

Kembali ke FAVO Journal