Ini yang Akan Anda Rasakan ketika Kadar Testosteron Bertambah

Hormon testosteron merupakan lambang dari kejantanan dan sisi maskulinitas pria. Hormon ini bertanggung jawab atas banyak hal yang terkait dengan kelelakian, misalnya, tumbuhnya rambut di tubuh pria, massa otot, sebagai obat kuat penambah stamina dan gairah seksual, sampai ukuran penis. Hormon ini memang begitu penting sehingga pria kerap kali mencari cara menambah hormon testosteron. Tapi pertanyaannya apakah yang terjadi ketika kadar testosteron di dalam tubuh pria bertambah?

Ini yang Akan Terjadi Bila Kadar Testosteron Bertambah

KETIKA masih muda, hormon testosteron yang ada di dalam tubuh pria mengalir begitu deras seperti air mancur. Sayangnya, beriringan dengan bertambahnya umur seorang pria, maka tingkat hormon ini pun berkurang. Kondisi ini bisa jadi masalah besar.

Testostoeron berfungsi sebagai pengikat protein untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh tubuh dan bagian otak yang bernama reseptor androgen. Bagian ini memiliki peran untuk mengontrol dan mengatur beberapa fungsi tubuh menurut Ronald Tamler, M.D., Ph.D seorang Associate Professor of Medicine di Icahn School of Medicine Mount Sinai.

Jika tubuh tidak memiliki jumlah hormon testosteron yang cukup, reseptor androgen yang berada di otak tidak bekerja. Kondisi ini mengakibatkan gangguan ereksi dan orgasme (sehingga pria harus menggunakan obat kuat), ketidakmampuan untuk membangun massa otot, menurunkan energi, dan perasaan yang tidak karuan. Kondisi kurang testosteron yang disebut hypogonadism ini terjadi ketika tubuh pria tidak dapat lagi menghasilkan testosteron.

Oleh karena itu, terapi untuk mengembalikan testosteron di dalam tubuh pria mulai muncul. Terapi testosteron ini bisa berupa suntikan langsung ke dalam tubuh, gel, perawatan di gusi, bahkan dengan deodorant.

Satu hal yang harus menjadi catatan, terapi ini hanya disarankan untuk pria yang merasa testosteronnya berkurang, biasanya di bawah 300 nanograms/dL saat tes darah.

Saat menjalani terapi testosteron, Anda akan merasakan beberapa perubahan. Kadang besar namun kadang kecil, seringkali menyenangkan tapi juga tidak. Beberapa pasien mungkin hanya merasakan beberapa efek ini, atau bahkan tidak sama sekali. 

Berikut adalah 9 hal yang menandakan tingkat testosteron di dalam tubuh meningkat.

Hasrat seks yang meningkat

Ketika kadar testosteron menurun, para pria akan mengalami penurunan gairah seksual. Reseptor androgen yang berada pada bagian pengatur hasrat seksual di otak tidak akan berfungsi jika pria tidak memiliki jumlah testosteron yang cukup. Maka dari itu, pria akan kehilangan keinginan untuk berhubungan seksual.

Namun ketika jumlah testosteron meningkat, maka reseptor androgen yang berada di bagian tersebut akan aktif kembali. Di sini, pria akan merasakan sebuah loncatan hasrat seksual, dari yang tidak bersemangat menjadi menggebu-gebu.

Salah satu manfaat dari perubahan ini adalah para pria dapat kembali menjalin hubungan yang mungkin sempat renggang bersama pasangannya.

Dalam hal libido, bertambahnya jumlah testosteron akan membuat ereksi pria semakin kuat. “Pria membutuhkan testosteron supaya reseptor pada penis bekerja dengan baik dalam menahan darah supaya penis tetap ereksi,” kata Dr. Tamler.

“Reseptorlah yang membantu proses ereksi dan jika pria tidak memiliki kadar testosteron yang cukup, maka proses itu akan terganggu,” tambahnya.

Namun, hal ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi ereksi. Kualitas dari ereksi juga tergantung dari tingkat kesehatan syaraf dan peredaran darah. Artinya, terapi testosteron bukan cara tunggal untuk menyembuhkan disfungsi ereksi.

Baca juga: Tidak Ereksi di Pagi Hari Pertanda Impotensi?

Lebih mudah membangun massa otot

"Otot sangat responsif terhadap testosteron, salah satu perubahan paling signifikan dari seseorang yang memulai terapi testosteron adalah meningkatnya massa otot," ujar Dr. Abraham Morgentaler, direktur Men's Health Boston.

Hal ini karena reseptor androgen juga ditemukan di bagian otot, sehingga testosteron mengaktifkan pembangunan massa otot. Tentu saja untuk hasil yang maksimal, pria harus menjalani latihan atau olahraga yang teratur.

Tak hanya peningkatan massa otot, beberapa pria juga mengalami penurunan berat badan. Meskipun testosteron tidak langsung berperan dalam penurunan berat badan, namun hal ini diakibatkan dari bertambahnya massa otot.

Semakin besar massa otot, maka metabolisme akan berlangsung cepat dan kondisi ini membuat pembakaran lemak semakin mudah.

Jed Kaminetsky, M.D seorang asisten profesor di Department of Urology NYU Langone Medical Center juga memberikan catatan bahwa hal tersebut juga mungkin diakibatkan testosteron yang memberikan motivasi untuk lebih aktif berolahraga. Ketika pria termotivasi kembali untuk berolahraga, maka hasil yang baik pun akan tercapai.

Dapatkan Jamu Kuat Laki-Laki Nyonya Karsih dengan harga Rp 65.000,- Beli di sini

Energi di dalam tubuh meningkat

“Sangat umum bagi pria yang memiliki kadar testosteron rendah akan mengalami kelelahan.” Kata Dr. Morgentaler. Kebanyakan kasus juga menunjukkan bahwa pria yang kadar testosteronnya rendah sulit untuk berpikir jernih.

Sementara ini, para peneliti belum bisa menjawab pasti bagaimana testosteron dapat mempengaruhi energi, namun Dr. Morgentaler mengatakan salah satu kemungkinannya adalah efek dari mitokondria yang memproduksi energi di dalam sel.

Kemungkinan ini belum mendekati kepastian, tapi teorinya adalah testosteron membuat bagian itu menjadi aktif dalam menghasilkan energi yang dibutuhkan sel.

Mood menjadi bagus

Sama seperti efeknya pada energi, para peneliti belum memiliki jawaban yang tepat mengapa naiknya kadar testosteron dapat mempengaruhi mood. Otak manusia memang bekerja secara kompleks, sehingga masih banyak hal yang belum bisa dibuktikan secara pasti, namun efek ini bisa jadi manfaat yang dapat merubah hidup.

“Di beberapa kasus, pengaruh testosteron terhadap mood adalah hal yang mengagumkan,” kata Dr. Morgentaler. “Efek ini tidak ditemukan pada setiap pasien terapi, sehingga ketika kami menemukannya, hasilnya terasa luar biasa. Di sesi konsultasi awal biasanya pasien akan mengatakan, ‘Oh, mood saya baik-baik saja, mungkin saya hanya merasakan sedikit lelah karena bekerja’. Dan setelah itu, mereka akan kembali dan berkata, "Pagi ini saya terbangun dengan perasaan sangat optimis terhadap hidup saya."

Faktanya, pada studi yang diterbitkan The Aging Male tahun 2012 menunjukkan bahwa persentase pria yang mengidap depresi turun dari 17% menjadi hanya 2% pasca terapi testosteron selama 12 bulan.

Dan penelitian terbaru juga memperkuat hasil ini, pria yang mengalami pertambahan kadar testosteron memiliki mood yang lebih baik.

Baca juga: Tanda-Tanda Tubuh Kurang Testosteron 

Testis akan menyusut

Ini merupakan salah satu efek yang paling umum terjadi ketika kadar testosteron bertambah. Normalnya, jika kelenjar yang berada di bawah otak (pituitary gland) mendeteksi jumlah testosteron yang sedikit di dalam aliran darah.

Bagian ini kemudian mengirimkan hormon yang disebut luteinizing hormone (LH) untuk memberikan perintah kepada testis agar memproduksi lebih banyak testosteron, dan follicle stimulating hormone (FSH) untuk memproduksi sprema.

Ketika menerima sinyal bahwa jumlah testosteron yang ada di dalam tubuh sudah bertambah, maka bagian ini akan berhenti memberikan perintah untuk memproduksi testosteron dan sperma kepada testis. Seketika itu, testis berhenti bekerja dan mengakibatkan ukurannya menyusut.

Kaki dan pergelangan bengkak

Beberapa pria mendapati kaki dan pergelangan kaki mengalami pembengkakan ketika hormon testosteron di dalam tubuh mereka meningkat. Hal ini terjadi karena testosteron membuat tubuh menahan kelebihan cairan di bagian kaki dan pergelangan. Namun yang perlu diingat bahwa kondisi ini tidak berbahaya dan akan kembali normal dalam beberapa hari.

Dapatkan Max Man Pro Capsule-60 dengan harga Rp 200.000,- Beli di sini

Perubahan pada jenis kulit

Ketika kadar testosteron bertambah, pria mungkin akan mengalami perubahan di kulit. Seperti hormon yang lainnya, testosteron dapat meningkatkan poduksi minyak pada kulit. Hal ini tidak selalu berarti buruk.

Minyak sesungguhnya dibutuhkan oleh kulit untuk menjaga kelembaban secara alami, namun kadar minyak yang berlebihan dapat menyebabkan jerawat. Untungnya hal ini jarang terjadi dan lebih rentan ditemukan pada pria dengan yang memiliki kulit berjerawat ketika masa remaja.

Dada membesar

Pada semua pria, sebagian testosteron dikonversikan menjadi hormon estradiol dalam bentuk estrogen. Dan pada pria yang secara alami memiliki jaringan payudara yang lebih banyak, testosteron yang berubah jadi estradiol akan membuat pertumbuhan jaringan payudara ini semakin berkembang. Kondisi ini bernama gynecomastia, dan jarang sekali terjadi.

Kalaupun terjadi, dokter biasanya akan menghentikan terapi testosteron selama 1 hingga 2 bulan sampai jaringan payudara kembali ke normal, dan memulai lagi asupan testosteron dengan didampingi obat pemblok konversi testosteron ke estradiol

Baca juga: 3 Hal yang Dilakukan Saat Ereksi Pasangan Tak Tahan Lama

Testosteron membawa risiko serius

Efek ini masih belum bisa dipastikan, namun ada pendapat mengatakan ketika kadar testosteron bertambah, maka pria memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Testosteron memperkental sel darah karena hormon ini mengikat reseptor androgen yang menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. Semakin kental darah, maka risiko terkena serangan jantung dan stroke akan meningkat.

Namun begitu, belum ada bukti kuat yang menghubungkan antara serangan jantung dan stroke dengan kadar testosteron. Malahan, studi terbaru mengatakan testosteron dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kembali ke blog

1 komentar

Oihofor Uvikiji xnx.fxal.favo.id.jpl.rl http://slkjfdf.net/

uhirumyodeh

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait