Berbagai Jenis Tes Kehamilan, Seberapa Akuratkah?

Berbagai Jenis Tes Kehamilan, Seberapa Akuratkah?

Seperti yang sudah kita ketahui proses implantasi sel telur pada dinding rahim akan berlangsung pada hari ke-12. Pada fase ini produksi hormon peptida yang diproduksi pada masa kehamilan alias HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) akan meningkat secara efektif. Hormon tersebut akan mencapai puncak produksinya hingga minggu ke-12 masa pembuahan. Dan pada saat itulah tes kehamilan yang ditandai lewat hormon HCG dapat dikonfirmasi secara jelas dan akurat.

Berbagai Jenis Tes Kehamilan,   Seberapa Akuratkah?

UNTUK mengetahui lebih lanjut seputar tes kehamilan dan tingkat akurasinya, maka berikut adalah penjabarannya secara lengkap.

 

Tes urine

Tes kehamilan dengan bantuan urine memang sudah umum dilakukan oleh para dokter di berbagai klinik dan rumah sakit. Hampir sembilan puluh tujuh persen hasil tes melalui tes urine ini berhasil teruji dengan baik. Untuk melakukan tes ini sebenarnya bisa saja melakukannya pada saat tanggal menstruasi seorang pasien tiba, tapi untuk menjaga tingkat akurasinya, pasien disarankan untuk melakukan tes urine ini setelah Ia melewati kurang lebih tujuh hari setelah tanggal menstruasi mereka tiba. Dan hal yang harus diperhatikan untuk melakukan tes ini adalah, pastikan Anda mengikuti instruksi yang diberikan oleh alat tes kehamilan melalui urine, agar hasilnya dapat terbaca dengan baik.

Alat tes kehamilan melalui urine umumnya menyerupai dipstick dan strip (testpack). Keduanya memiliki salah satu ujung yang sangat sensitif terhadap urine. Jika sudah terkena urine, biasanya setiap ujung alat tes kehamilan tersebut akan memberikan reaksi ke tingkatan strip atau dipstick tersebut untuk merubah warna atau garis, untuk menandakan si pengguna positif hamil atau tidak.

 

Tingkat akurasi tes urine

Meskipun sudah ada statement sembilan puluh tujuh persen tingkat keberhasilan, namun jika ditelisik lebih dalam lagi, ternyata masih terdapat kesalahan jika saja tes tersebut dilakukan pada situasi-situasi tertentu seperti:
- Jika dilakukan sebelum waktu yang ditentukan.
- Jika urine yang digunakan bukan urine pertama kali pada pagi hari.
- Jika instruksi tidak diikuti dengan baik.

 

Tes darah

Meskipun tingkat akurasi cek darah lebih tinggi dari tes urine, tapi kebanyakan wanita lebih suka melakukan tes kehamilan melalui tes urine. Semua itu disebabkan prosedur cek darah yang cukup rumit karena membutuhkan ahli dan peran laboratorium untuk mengetahui hasilnya. Tes darah dapat dilakukan pada hari ke tujuh setelah lewat masa menstruasi. Dan tipe pengetesan darah dapat dibagi menjadi:

  • Tes HCG Kuantitatif: Kemungkinan hasil dari tes ini lebih valid, meskipun kondisi HCG masih dalam kondisi dibawah rata-rata. Selain untuk kehamilan normal, pengetesan dengan tipe ini juga dapat mendeteksi lebih awal terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan yang berkembang diluar rahim)
  • Tes HCG kualitatif: Sedangkan untuk tes ini dilakukan untuk mendeteksi hadirnya hormon terutama pada saat hari kesepuluh setelah tanggal menstruasi.

 

Tingkat akurasi tes darah

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, tes darah adalah tes yang paling banyak dijadikan berbagai tes seputar kondisi tubuh. Oleh karena itu, maka tak heran jika tes kehamilan pun dapat dilakukan lebih akurat jika dibandingkan dengan tes urine.

 

Ultrasonography (USG)

Tes ini dilakukan untuk memvisualisasikan keadaaan fetus sekitar empat hingga lima minggu setelah lewat masa menstruasi. Melalui tes ini Anda dapat mengetahui usia kandungan dan detak jantung janin, terutama saat kondisi kandungan diperiksakan pada usia tujuh minggu. 

 

Baca Juga: Haruskah Percaya Test Pack Seratus Persen?

 

Leave a comment