Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

FAVO Launch Sale! Diskon 50 Ribu (min pembelanjaan 250 ribu) | Voucher Code: GIVEMEFAVO

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Malam Pertama Sesuai Syariat Islam

Malam pertama bagi sepasang pengantin baru menjadi malam yang sangat indah. Kemesraan di malam tersebut merupakan puncak dari penantian sepasang kekasih karena dengan pernikahan segala sesuatu yang mereka perbuat menjadi nilai ibadah. Namun tahukah Anda, bahwa ada beberapa anjuran Nabi Saw. dalam malam pertama yang hendaknya dilakukan agar menjadi ladang pahala? Kemudian bagaimana etika melaksanakan malam pertama agar sesuai dengan syariat Islam dan apa arti bulan madu menurut Islam?

Malam Pertama sesuai Syariat Islam

PERNIKAHAN adalah sunnah Nabi Saw. yang disukai dan pola hidup yang dianjurkan. Karena dengan menikah, terjagalah keturunan dan lestarilah hubungan antar manusia. Dalam surat ar-Rum ayat 21 Allah SWT telah menganjurkan dilangsungkannya pernikahan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

Kemudian bagaimana cara malam pertama menurut kitab Qurrotul 'Uyun yang sesuai dengan syariat Islam? Berikut adalah cara dan urutan sunnah Nabi Saw. agar malam pertama Anda lebih bermakna!

Membersihkan dan Merias Diri serta Memakai Wewangian

Dalam kitab Qurratul ‘Uyun tentang malam pertama yang merupakan karya dari Syaikh Muhammad al-Tahami menjelaskan bahwa pasangan suami istri hendaknya membersihkan diri sebelum melaksanakan malam pertama. Baik membersihkan diri dalam arti zahir seperti mandi dengan sabun, menggosok gigi, keramas, dan sebagainya yang ditutup dengan wudhu, maupun membersihkan diri dalam arti batin, yakni suami hendaknya bersih hatinya dan menghiasi diri dengan taubat dari semua dosa dan kesalahan serta perbuatan tercela yang pernah dilakukan.

Cara bulan madu menurut islam yang selanjutnya, suami melangkah dengan mendahului kaki kanan memasuki kamar pengantin dalam keadaan suci (zahir dan batin) sambil membaca “Bismillahi wassalami ‘alaa rasulillahi assalamu’alaikum”. Dengan demikian besar kemungkinan Allah SWT akan menyempurnakan urusan agamanya karena sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadits: “Barang siapa yang telah menikah, maka dia benar-benar telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka hendaklah bertakwa kepada Allah SWT pada setengah yang lainnya.”    

Istri disunnahkan untuk berhias diri dan menggunakan wewangian atau parfum di hadapan suaminya karena dalam suatu hadits tentang bulan madu dalam Islam disebutkan bahwa: “Sebaik-baiknya wanita ialah wanita yang selalu menggunakan wewangian dan bersih.” Dalam riwayat lain dari Ali RA, Nabi Saw. bersabda: “Sebaik-baiknya wanita adalah yang harum baunya dan sedap masakannya.” Sunnah Nabi bagi wanita memakai celak pada kedua matanya, dan mengenakan pacar di kedua tangan dan kakinya karena terdapat hadits Nabi Saw.: “Saya paling tidak menyukai jika melihat wanita tidak mengenakan celak atau pacar.”

Melaksanakan Sholat Dua Raka’at

koleksi produk pasutri lengkap

Cara bulan madu menurut Islam Waktu yang disunnahkan untuk memulai malam pertama adalah sesudah isya’, tetapi boleh juga dilakukan setelah shalat maghrib sebelum waktu isya’. Hendaknya suami memerintahkan istri untuk berwudhu ketika akan bersenggama dengannya dan ajaklah ia menunaikan kewajiban shalat fardhu terlebih dahulu. Kemudian membimbing istri mengikutinya untuk shalat sunnah dua rakaat dan mengamini do’a-do’a sang suami. Tata cara shalat dua rakaat ini yaitu sebagaimana shalat sunnah lainnya dengan membaca surat-surat yang sekiranya mudah untuk mereka. Setelah shalat, kemudian membaca surat al-Fatihah, al-Ikhlas, dan bershalawat kepada Nabi Saw. masing-masing sebanyak tiga kali. Kemudian sesuai dengan kitab malam pertama, suami membaca do’a untuk mempergauli istrinya dengan landasan cinta kepada Allah SWT, selalu diberikan kerukunan dan kebaikan rezeki, serta meminta untuk dikekalkan ikatan pernikahan hingga hari kiamat.

Membangkitkan Syahwat Pasangan

Imam as-Suyuthi rahimahullah dalam karyanya ar-Rahmah berkata: “Ketahuilah bahwa senggama tidak baik dilakukan kecuali bila seseorang telah bangkit syahwatnya dan bila keadaan sperma telah siap difungsikan.” Syaikh Muhammad al-Tahami menjelaskan bahwa apabila pasangan suami istri ingin melakukan malam pertama, hendaknya didahului dengan bersenda gurau, bermesra-mesraan dengan perbuatan yang tidak dilarang syariat Islam, seperti meraba, merangkul, memeluk, mencium pipi, kening, leher, payudara, perut, dan semua bagian tubuh istri.

koleksi produk kebutuhan malam pertama lengkap

Nabi Muhammad Saw., bersabda: “Janganlah sekali-kali di antara kalian bersenggama dengan istri seperti yang dilakukan oleh hewan-hewan ternak, sebaiknya kalian menggunakan suatu perantara.” Dihaturkan kepada Nabi: “Apa yang dimaksud dengan perantara itu?” Nabi Saw. menjawab “Yaitu mencium (istri) dan berkata dengan bahasa-bahasa yang indah.”

Dalam kitab tentang malam pertama, hadis lain dari ‘Aisyah RA, Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memegang tangan istri sambil merayunya (dengan kata-kata indah), maka Allah SWT akan menuliskan satu kebaikan, dan melebur satu kejelekan serta mengangkat satu derajat. Apabila merangkul istri, maka Allah SWT akan menuliskan sepuluh kebaikan dan melebur sepuluh keburukan, dan mengangkatkan sepuluh derajat baginya. Apabila mencium istri, maka Allah SWT akan menuliskan dua puluh kebaikan, melebur dua puluh keburukan, dan mengangkat dua puluh derajat baginya. Apabila bersenggama dengan istri, maka hal yang demikian lebih baik daripada dunia dan seisinya.”  

Membaca Do’a Ketika Hendak Bersenggama

Beranjak dari firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 233: “Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu.” Maksud ayat tersebut yaitu carilah pahala yang telah tersedia untuk kalian seperti membaca basmalah dan berniat mendapatkan keturunan ketika hendak bersenggama. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa orang yang membaca basmalah ketika akan melakukan senggama kemudian dari senggama itu dia dikaruniai anak, maka dia memperoleh pahala sebanyak nafas anak tersebut dan keturunannya sampai hari kiamat.”

Untuk itu, ketika Anda ingin melakukan malam pertama dengan pasangan Anda, hendaknya suami membaca do’a: “Bismillahi allahumma janniba asy-syaithana wajannibi asy-syaithana maa razaqtana” yang artinya: Dengan menyebut asma Allah, jauhkanlah diri kami dari setan, dan jauhkan setan atas sesuatu yang telah Engkau rizkikan kepada kami. Dalam kitab Qasthalany karya Imam mujahid disebutkan bahwa orang yang bersenggama tanpa menyebut asma Allah, maka setan akan ikut masuk melalui lubang dzakar (penis) suami dan setan akan ikut bersenggama. Dalam riwayat lain, setan akan duduk di dzakar suami dan mengeluarkan spermanya pada farji (vagina) istri sebagaimana suami mengeluarkan spermanya.  

Etika Bersenggama Sesuai dengan Syariat Islam

koleksi lubricant lengkapEtika malam pertama yang termasuk sunnah Nabi dibagi ke dalam tiga bagian. Yakni sebelum, saat dan setelah melakukan malam pertama. Pertama, sebelum melakukan malam pertama, hendaknya didahului dengan mensucikan diri lahir dan batin sebagaimana yang telah dijelaskan, kemudian bercumbu (foreplay) dengan mendekap, mencium, dan lain sebagainya agar istri merasa tenang dan mudah dalam melampiaskan hasratnya. Kemudian, posisi yang paling baik menurut syariat Islam adalah istri tidur terlentang dengan kepala lebih rendah dari pinggulnya dan suami berada di atasnya. Kemudian suami melakukan tindakan-tindakan yang dapat lebih membangkitkan syahwat istri sebelum kegiatan senggama.

Kedua, pada saat bersenggama hendaknya gerakan penetrasi dilakukan secara pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa (ritmis). Sebisa mungkin suami menahan ejakulasinya hingga istri mengalami inzal (orgasme). Karena hal ini dapat menciptakan rasa cinta di hati keduanya. Jangan melakukan ‘azl (mengeluarkan sperma di luar rahim) tanpa izin istri karena dapat merugikan pihak istri.

Ketiga, setelah bersenggama suami hendaknya membaca zikir dalam hati sesuai ajaran Nabi Saw., yaitu membaca surat al-Furqan ayat 54 yang artinya: “Segala puji milik Allah yang telah menciptakan manusia dari air, kemudian menjadikannya keturunan dan musharahah. Dan Tuhanmu itu adalah Yang Maha Kuasa.” Kemudian disunnahkan berwudlu ketika hendak tidur dan membasuh kemaluan bila ingin mengulangi senggama di malam bulan madu Islami.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi