Pentingnya Komunikasi ketika Berhubungan Intim

Saat berhubungan intim, komunikasi menjadi salah satu cara untuk memanaskan suasana. Jika dilakukan dengan tepat, komunikasi, baik komunikasi verbal seperti kata-kata nakal maupun nonverbal seperti tatapan dan sentuhan, dapat mendorong terjadinya orgasme pada Anda dan pasangan. Namun, apakah aturan berkomunikasi yang harus dipatuhi saat melakukan hubungan intim?

Pentingnya Komunikasi ketika Berhubungan Intim

SUDAH menjadi rahasia umum bahwa komunikasi adalah kunci dari suatu hubungan. Pendapat ini tidak hanya berlaku pada hubungan secara umum, tetapi juga hubungan di atas ranjang. Ketiadaan komunikasi saat berhubungan intim hanya akan membuat seks terasa hambar. Selain itu, ketiadaan komunikasi juga membuat kedekatan emosi pada pasangan tidak terjalin. Dengan berkomunikasi, orgasme, terutama orgasme wanita, bukan lagi menjadi hal yang sulit diraih. Berikut ini adalah beberapa cara berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal, yang dapat Anda terapkan saat berhubungan intim dengan Si Dia.

JAUHKAN GADGET

Pernahkah Anda merasa kesal saat pasangan Anda berkali-kali mengecek ponsel, bahkan saat Anda dan Dia sedang melakukan seks? Ya, gadget seperti ponsel sangat ampuh dalam merusak mood saat bercinta. No matter how busy you are, seks dan pekerjaan bukanlah hal yang dapat dicampuradukkan. Mengecek ponsel untuk urusan pekerjaan atau yang lainnya is simply annoying dan hanya akan membuat suasana menjadi tidak nyaman, bahkan mematikan hasrat bercinta. Jika Anda menginginkan suasana yang kondusif saat berhubungan intim dengan Si Dia, jauhkan ponsel dan gadget lainnya dari tempat tidur Anda.

UNGKAPKAN KEINGINAN

komunikasi ketika berhubungan intim

Salah satu penyebab ketidakpuasan yang terjadi di ranjang adalah ketidakmampuan untuk mengucapkan keinginan saat berhubungan intim. Momen bercinta adalah momen ketika Anda dan Si Dia merasakan kedekatan, baik secara fisik maupun emosi. Oleh sebab itu, akan sangat baik jika momen bercinta dijadikan ajang untuk mengungkapkan keinginan satu sama lain. Jangan takut untuk menyatakan apa yang Anda rasakan dan inginkan saat bercinta. If you wanna do something new with him/her, just say it. Selain dapat memicu orgasme, kejujuran dalam bentuk pernyataan keinginan juga dapat meminimalkan terjadinya kesalahpahaman dan ketidakpuasan terkait masalah bercinta.

PERHATIKAN BAHASA TUBUH

Bahasa tubuh dan komunikasi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bahasa tubuh Anda saat di ranjang juga dapat mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan. Jangan takut untuk mengekspresikan kenikmatan yang Anda rasakan dengan mengeluarkan desahan atau jeritan tertahan. Perubahan ekspresi di wajah dan tubuh Anda akan memberikan informasi kepada Si Dia bahwa Anda menikmati hal-hal yang Si Dia lakukan terhadap Anda, begitu pula sebaliknya.

MEMBERI VARIASI SENTUHAN

Komunikasi nonverbal seperti tatapan dan sentuhan sama pentingnya dengan komunikasi verbal. Melalui tatapan mata dan sentuhan, seseorang dapat merasakan ikatan emosi antara dirinya dan pasangannya. Selain itu, tatapan mata dan sentuhan juga menjadi isyarat yang digunakan seseorang untuk menyampaikan maksud dan keinginannya terhadap pasangannya. Anda dapat melakukan komunikasi nonverbal dengan Si Dia saat berhubungan intim dengan menatap matanya, mengusapkan jemari Anda di bibirnya, mengelus pipi, menuliskan isyarat di telapak tangannya, dsb. Melalui komunikasi nonverbal, Anda dan Si Dia akan merasakan kedekatan emosi dan perasaan yang mendalam antara satu sama lainnya.

MELAKUKAN DIRTY TALK

komunikasi dalam berhubungan intim

Ingin mencoba variasi baru dalam berhubungan intim? Try dirty talk! Melontarkan kata-kata nakal menjadi salah satu komunikasi verbal yang dapat Anda lakukan saat melakukan seks dengan pasangan. Jangan malu atau takut terlihat konyol jika melakukan dirty talk. Alih-alih terlihat konyol, melontarkan kata-kata nakal justru akan membuat Si Dia merasa gemas terhadap Anda dan membuat gairah antara Anda dan Si Dia semakin meningkat.

JANGAN TAKUT MENGATAKAN “TIDAK”

Jika Anda dan Si Dia dibebaskan untuk menyatakan keinginan, maka Anda berdua juga dibebaskan untuk mengatakan “tidak” saat berhubungan intim. Saat berhubungan intim, tentu ada hal-hal yang tidak disukai oleh pasangan. Misalnya ada wanita yang tidak menyukai saat pasangannya menjilati telinganya, atau pria yang merasa bosan saat pasangannya meminta gaya bercinta yang itu-itu saja. Tak perlu ragu untuk menolak jika Si Dia melakukan hal-hal yang tidak Anda kehendaki, atau saat apa yang Si Dia lakukan menyakiti dan membuat mood Anda terganggu. Tentunya penolakan tersebut diucapkan dengan cara yang tidak menyakiti hati pasangan. Hindari mengucapkan kata-kata yang dapat memadamkan hasrat dan menyakiti pasangan Anda, seperti “Jijik” atau “Bau”.

Kembali ke blog

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait