10 Kesalahan Dalam Berdiet

10 Kesalahan Dalam Berdiet

Sering mencoba diet namun gagal terus? Sering kali, alasan gagal diet justru datang dari pikiran sendiri. Apa saja kesalahan dalam berdiet tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini!

10 Kesalahan Dalam Berdiet

SUDAH mencoba berbagai macam tips diet namun tidak pernah berhasil? Mungkin bukan tips diet yang Anda coba yang salah. Alasan gagal diet seringkali disebabkan oleh diri sendiri. Terlalu keras pada diri sendiri atau tidak cukup memotivasi diri, pikiran-pikiran ini lah yang membuat tips diet terasa tidak efektif. Tips diet kali ini adalah menghindari 10 kesalahan dalam berdiet.

Berpikir hitam putih

Berpikiran hitam putih sering menjadi kesalahan umum bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Pola pikir seperti ini menciptakan pikiran ‘berhasil atau tidak sama sekali’, sehingga ketika Anda melakukan kesalahan atau tidak berhasil sedikit saja dalam proses diet maka Anda akan berhenti.

Pola pikir seperti ini akibat dari kebiasaan bahwa mereka menganggap bahwa diet hanya untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Sehingga mereka cenderung menjalani diet ketat dan ketika sudah menjalani diet ketat tetapi tidak berhasil menurunkan berat badan mereka langsung kembali ke pola makan sebelumnya. Mereka yang memiliki pola pikir seperti ini akan sulit untuk mengikuti rencana diet secara disiplin, akibatnya mereka akan gagal terus.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Diet

Terlalu mengeneralisir

Orang dengan pola pikir seperti ini melihat satu kejadian negatif menjadi alasan mereka sudah kalah. Ini merupakan kelanjutan dari pikiran hitam putih, satu salah langkah saja dapat membuat rencana diet menjadi berantakan.

Mereka berpikir tidak hanya mereka melakukan kesalahan satu kali tapi selalu merasa selalu ada yang salah setiap waktu. Lalu, mereka merasa usaha mereka tidak akan berhasil sehingga menghentikan diet dan berpikir apa gunanya melakukan diet.

Mental Filtering

Ketika Anda berhasil menurunkan berat badan 7kg dan teman-teman kantor melihat perubahan yang berhasil Anda lakukan, tentu Anda senang menerima pujian tersebut dan semakin merasa termotivasi. Akan tetapi ketika salah satu anggota keluarga Anda mengomentari bahwa Anda terlihat lesu, seketika Anda lupa akan pencapaian Anda dan merasa keberhasilan Anda belum ada apa-apanya.

Sebaiknya jangan biarkan pikiran Anda berfokus kepada hal-hal negatif, mungkin keluarga Anda merasa khawatir jika Anda kurang mendapat tidur atau bekerja terlalu lelah.

Mengabaikan sisi positif

Ingat ketika rekan-rekan memuji penampilan Anda yang segar dan beda karena berhasil menurunkan berat badan? Jangan biarkan diri Anda mengabaikan hal-hal positif yang mereka ungkapkan. Mungkin Anda berpikir bahwa mereka hanya berkata demikian hanya karena tidak enak dan Anda sebenarnya masih terlalu gemuk. Jangan membuat diri Anda merasa buruk, terlebih itu hanya pikiran Anda sendiri. Terimalah pujian itu dan terus fokus. Orang yang mempunyai pikiran buruk cenderung membuat keputusan yang juga buruk.

Melompat ke kesimpulan

Anda mungkin pernah sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan mendapati seorang wanita yang atraktif melihat ke arah Anda. Di pikiran Anda, Anda merasa bahwa wanita tersebut pasti mencibir diri Anda atau ketika Anda berbicara dengan seseorang, Anda merasa lawan bicara Anda memandangi dagu Anda yang berlemak.

Padahal semua hal yang Anda pikirkan itu belum tentu benar. Pikiran tersebut hanya akan membuat rasa percaya diri Anda menurun. Hal ini membuat Anda berpikiri orang lain memikirkan apa yang Anda pikirkan. Akibatnya tidak hanya buruk bagi diri sendiri, Anda akan menjauhi orang tersebut karena pikiran Anda sendir.

Maximizing dan minimizing

Ketika Anda menimbang berat badan dan tidak mendapati tujuan berat badan Anda tidak tercapai Anda mulai menyalahkan diri sendiri dan membesar-besarkan sandwich telur yang Anda makan kemarin malam atau ketika Anda merasa lari selama 3km masih tidak cukup padahal kemampuan fisik Anda belum kuat untuk lari 5km dan Anda menyalahkan diri sendiri karena Anda lemah.

Mereka yang berpikiran seperti ini tidak dapat menghargai pencapaian dirinya sendiri. Sehingga saat mereka memang benar-benar mencapai tujuannya, mereka hanya akan merasa dirinya kurang atau selalu gagal.

Pemikiran emosional

Anda merupakan tipe orang yang selalu merasakan sisi emosional terlalu dalam dan membiarkan perasaan Anda untuk membuat keputusan. Anda merasa berat badan Anda belum turun sehingga Anda berhenti diet. Anda merasa Anda tidak pernah mengikuti program olahraga sehingga Anda berhenti pergi ke gym.

Baca juga: Mitos yang Perlu Dihindari Tentang Olahraga dan Hidup Sehat

Tidak bisa, tidak seharusnya, tidak boleh

Saya tidak bisa berkunjung ke toko kue, tidak seharusnya saya mencicipi camilan ini, tidak boleh saya membiarkan diri saya ikut teman ke kafe. Pemikiran ini hanya menyiksa diri Anda dan memunculkan pikiran negatif lainnya. Jangan terlalu menyiksa diri, tidak apa-apa Anda bergabung bersama teman di kafe akan tetapi tetap batasi diri.

Baca juga: 5 Cara "Menipu Diri" untuk Berdiet

Labeling dan mislabeling

Ini merupakan bentuk dari generalisir yang ekstrem. Ketika Anda memesan menu yang salah saat sarapan, Anda tidak mau berpikir bahwa ini hanya kesalahan kecil. Anda akan merasa Anda telah membuat keputusan yang salah dan Anda merasa diri Anda sudah gagal. Padahal Anda bisa saja berdamai dan berpikir, ‘memang menu sarapan ini kurang baik, saya akan memilih menu makan siang yang lebih sehat’

Personalisasi

Kebiasaan ini sering terjadi kepada banyak orang namun seringkali dialami oleh mereka yang merasa harus selalu menyenangkan orang lain. Anda menjadi sering menyalahkan diri karena merasa salah bicara atau salah bertindak. Perasaan bersalah ini seringkali membuat orang memilih makanan berdasarkan perasaan emosionalnya. Di sini lah Anda membuat kesalahan memilih makanan.

Leave a comment